 |
| Red Cherry-(Foto AWS) |
R U Travelers? Travelers suka minum kopi atau termasuk satu di antara yang tidak bisa meninggalkan kopi dari siklus hidup harian? Pernah tidak melihat biji kopi di pohon-nya. Lalu belajar bagaimana proses sampai dengan kopi yang kita minum dihasilkan. Kok jadi rumit banget ingin minum satu gelas kopi saja. Yang kita perlu tahunya kopi yang diminum terasa enak.
Saya dulu tidak terlalu peduli bagaimana kopi yang saya minum dihasilkan. Saya juga tidak peduli sewaktu sering traveling dan adventuring keluar masuk hutan dan tebing di Sumatera Selatan dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Saya masih ingat, ada satu bukit, Bukit Serelo di Lahat penuh dengan tanaman kopi. Bukit ini sering dipergunakan untuk latihan panjat tebing atau sekedar hiking mencapai puncak lalu foto-foto di puncaknya, dibawah kaki tebing yang menjulang berbentuk jempol atau telunjuk. Ini sangat tergantung dari posisi mana bukit ini dilihat. Sekali lagi, saya tidak terlalu peduli padahal dapat menimbah ilmu.
 |
| Hamparan Malabar Mountain Coffee 1200 M. (Foto-AWS) |
Ambil contoh, baru belakangan saya ngerti jenis kopi beragam. Ada jenis kopi Arabika atau Robusta. Sekarang ada jenis baru, Liberika. Tidak pernah juga membuka pembicaraan bagaimana kopi ditanam, diolah, di panen, dijual dan apakah penghasilan dari kopi memadai atau tidak. Kalau ingat waktu itu, dasar adventurer maunya tantangan saja tapi tidak pernah belajar lingkungan di sekitar. Atau kita hanya tahu biji kopi warnanya merah padahal ada biji kopi warna kuning. Tolong jangan diulang kesalahan ini Travelers :)
Akhir pekan minggu lalu, kami penasaran ingin mengunjungi perkebunan kopi yang tidak jauh dari Kota Bandung. Sekalian ada acara di Bandung. Keinginan berkunjung ke perkebunan kopi sudah lama. Tetapi tidak mudah mencari informasi. Tanya teman yang juragan kopi, ngakunya :) tapi tidak juga memberikan informasi. Kalau-pun menjawab, info sangat umum sekali. Takut kita banting setir menjadi pengusaha kopi kali. Cari melalui internet juga tidak gampang. Akhirnya dapat di satu laman, Malabar Mountain Coffee dan ada nomor telpon yang dapat dihubungi.
 |
Yellow Coffee Bean-Malabar Mountain Coffee. (Foto: AWS)
|
Kami hubungi nomor yang tertera dan langsung diangkat. Responnya,"silahkan datang ke tempat kami, ditunggu." Rasanya gembira sekali karena dapat kesempatan berkunjung ke perkebunan kopi. "Kita akan ajak ke perkebunan kopi dan tolong datang lebih pagi, jam 9 karena kita memetik ke tempat yang lebih jauh dan tinggi," kata Decil.
Berangkat malam dengan harapan besok pagi kita sudah jalan ke Pangalengan. Bapak dan Ibu Mertua ditelpon, siapa tahu ingin ikutan. Jawab-nya, kami juga ingin ikut dan melihat perkebunan kopi. Kita berangkat pagi dan jalanan belum terlalu padat. Jalan makin menanjak setelah Banjaran menuju Pangalengan. Terus terang pertama jalan ke Pangalengan.
Tips
- Kalau belum pernah lihat kebun kopi, sempatkan biar jangan keliru kalau biji kopi itu hitam :)
- Kalau traveling ke Kota Bandung, selain ke Factory Outlet jalanlah ke perkebunan kopi
- Kalau mau ke Malabar Mountain Coffee, telpon dulu. Ini link web-nya www.malabarmountain.com/
- Kalau ada waktu lebih panjang, menginap satu malam agar bisa merasakan suasana di Pangalengan.
Labels: Coffee Plantation, Interesting Places in West Java, Perkebunan Kopi, Traveling Jawa Barat, Traveling Pangalengan, Wonderful Indonesia