 |
| Petik yang Buahnya Merah. Foto AWS |
R U Travelers? Hanya petik kopi yang memang telah masak di pohon. Dan mereka ditandai dengan buah kopi dengan kulit daging luar berwarna merah. Pernah tidak mencicipi daging buah kopi yang berwarna merah? Kalau belum, Travelers rasanya manis, dan tidak terasa pahit sama sekali. Ini menandakan kalau buah kopi tersebut telah matang dari pohon. Buah kopi dipetik satu persatu agar tidak merusak dahan kopi sehingga pada musim buah berikutnya phon kopi tetap berbuah.
Awalnya sangat sulit mematuhi standar pemetikan dengan memilih buah kopi yang telah berwarna merah dan memetik satu persatu. Bukan dengan cara mengambil semua buah kopi termasuk yang masih muda. Melihat pemetik buah kopi memetik dengan cekatan seolah satu pekerjaan yang mudah. Tapi cobalah dua jam saja. Kalau merasa mampu dan menyenangkan, yah bisa juga jadi pemetik buah kopi :)
 |
| Pemetik Kopi. Foto oleh AWS |
Kalau bukan dipetik satu persatu, menurut para petani pemetik buah kopi upah perkilonya Rp 1000 s.d 1500 tetapi kalau dipetik satu persatu upahnya meningkat menjadi Rp 2500 per kilo. Upahnya lumayan, penghasilan perhari bisa mencapai 60 s.d 100 ribu per hari ketika musimnya. Buah kopi dikumpulkan ke dalam ember, ketika penuh dimasukan ke dalam karung dan ketika karung-karung tersebut telah terisi, karung yang terisi penuh diikat dan diganti dengan karung baru.
Kami melihat tidak ada satupun buah kopi yang tidak berwarna merah segar, semua-nya berwarna merah segar. Pak Dedi, pengawas lapangan mengatakan ini sudah menjadi standar untuk dipatuhi karena dari buah kopi yang matang di pohon lah maka kopi dengan rasa luar biasa dapat dihasilkan.
Buah kopi arabika Malabar Mountain Coffee dibawa ketempat penampungan untuk diambil oleh mobil pengakut dan dibawa ke tempat pengelolaan lebih jauh. Jadi kopi dengan aroma dan rasa yang berbeda tidak di dapat dengan mudah. Kopi tersebut ditanam dengan bibit pilihan, diberi pupuk alam, dirawat dengan disiplin dan hanya dipilih yang telah matang.
 |
| Foto AWS |
Tips
- Malabar Mountain Coffee sangat dermawan menawarkan kendaraan menuju kebun kopi yang mereka kelola. Tapi jika tidak tersedia, Travelers dapat mempergunakan mobil sendiri. Parkir dibawah dan teruskan dengan berjalan kaki. Bagus buat kesehatan dan penuh dengan pemandangan
- Mereka tidak mau memungut bayaran dan tidak juga meminta tips
- Bersikaplah ramah dengan para pemetik. Minta izin dulu kalau ingin mengambil gambar :)
- Jangan lupa mencicipi daging buah kopi, rasanya manis serta melihat buah kopi berwarna kuning.
- Naik ke paling atas, disana ada Gazebo dan dari sana hamparan perkebunan kopi dapat terlihat. Bagus buat foto-foto.
Labels: Malabar Mountain Coffee, Penggemar Kopi, Red Cherry, Traveling Pangalengan, West Java Traveling