 |
| Blue Fire, Gunung Ijen. (Foto: AWS) |
R U
Travelers? Travelers jangan buru-buru meninggalkan Banyuwangi. Katanya, bila tidak menyaksikan "Blue Fire" atau Si-Api Biru,
belum lengkap perjalanan Travelers di Banyuwangi. Si-Api Biru ini dapat dilihat di Lembah Gunung Ijen. Travelers mendaki ke Puncak Gunung Ijen dan turun menelusuri lereng untuk melihat dari dekat fenomena alam spektakuler yang ada di dunia.
Ini nggak lebay loh. Tahukah Travelers, hanya ada
dua di dunia dimana kita bisa menyaksikan fenomena blue fire. Satu di Islandia dan
satu lagi di Gunung Ijen. Kalau mau ke Islandia, jauh dan mahal untuk
menyaksikan keajaiban dunia tersebut. Karenanya, sayang kalau tidak mendaki
Gunung Ijen untuk menyaksikan Blue Fire.
 |
| Puncak G. Ijen (Foto AWS) |
Antara usaha dengan yang didapat lebih dari seimbang. Jadi nggak usah khawatir rugi. lalu, kenapa perlu usaha? Travelers harus bagun lebih awal, jam 12-1 pagi karena mobil yang membawa Travelers ke kaki Gunung Ijen biasanya telah siap.
Travelers pun diharuskan berjalan dan mendaki sampai ke Puncak Gunung Ijen. Tingkat kesulitan dari low ke medium. Awalnya landai tapi lama kelamaan menanjak.
 |
| Pembawa Belerang. (Foto VA) |
Di awal pendakian, banyak pendaki yang masih ceria. Ada beberapa kelompok yang membawa gitar masih memainkan gitarnya. Baru 30 menit, suara nyanyi dan gitar mulai makin redup. Udah tahukan apa yang terjadi. Yah itu makin banyak yang istirahat dan minum.
Sepanjang perjalanan ke atas dan menuju Blue Fire, Travelers akan berpapasan dengan para pembawa bongkahan belerang. Kasih mereka jalan, karena jalan mereka lebih cepat dari kita. Ini biasanya. Jadi kasih jalan agar kerja mereka tidak terganggu.
Jalan menunju puncak, bila tidak terlalu banyak istirahat, kurang dari 2 jam sudah tiba. Butuh 30-45 menit turun ke bawah agar lebih dekat ke Blue Fire.
Travelers, kalau gampang pipis, tolong di atur karena toilet belum ada yang dibangun di atas atau sepanjang jalur pendakian. Tidak tahu kalau sekarang. Mudah-mudahan sudah dibangun buat pengunjung. Bawa juga baju hangat karena cukup dingin malam dan di puncak Gunung Ijen.
 |
| Petani Membajak Sawah dengan Kerbau, Banyuwangi (Foto AWS) |
- Travelers, untuk melihat Blue Fire, Travelers harus sudah di puncak jam 3 pagi agar bisa lebih lama melihat fenomena alam luar biasa. Jadi berangkat lebih awal kalau bakalan sering istirahat. Untuk naik ke puncak butuh 3 jam dan belum lagi turun kalau kita jalan pelan.
- Gunung Ijen dapat dicapai melalui Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Lebih dekat dari Bondowoso dari sisi jarak. Tergantung Travelers.
- Untuk ke Gunung Ijen perlu menghubungi hotel atau tempat kita menginap karena diatur oleh Koperasi lokal. Pihak Hotel atau Tour Perjalanan sudah punya rekanan.
- Kalau bisa bawa guide agar dapat pengetahuan lebih tentang ekosistem Gunung Ijen dan aktivitas masyarakat-nya.
- Tempat menginap cukup variasi di Banyuwangi.
- Kami menginap di Ijen Resort and Villas. pemandangan dan landskap cukup indah.
 |
| Diambil dari Ijen Resort and Villas Banyuwangi (Foto AWS) |
Labels: Adventure Banyuwangi, Blue Fire, Gunung Ijen, Ijen Blue Fire, Traveling Banyuwangi, Traveling Jawa Timur