 |
| (Foto:AWS) |
R U Travelers? Travelers beragam cara mengolah buah kopi sebelum siap di roasting atau dipanggang menjadi sangat hitam, hitam atau coklat. Tapi pernah tidak kita minum kopi rasa "gosong"? Pernah yah apalagi kalau di Kampung. Proses panggang kopi terlalu lama sehingga gosong. Rasa buah kopi hilang dan tersisa rasa gosong. Jenis kopi apapun atau matang sekalipun tidak ada pengaruhnya sama sekali.
Di Mountain Malabar Coffee, jemur biji kopi dilakukan dengan dua cara. Cara pertama dengan cara alamiah atau natural. Buah kopi pilihan yang benar matang dipohon dan bukan juga lebih cepat merah karena terlalu banyak air. Tapi benar-benar merah karena matang. Kembali lagi ke Laptop. Kalau diolah secara alamiah buah kopi perlu dijemur rata-rata selama 25 hari terus menerus dari pagi s.d sore.
Hanya sampai sore karena mengandalkan sinar matahari. Jadi waktu jemur lebih panjang apabila pada musim penghujan karena pada satu periode lebih banyak hujan daripada terang matahari. Kami juga lupa tanya mengapa tidak membeli alat yang mampu menjemur buah kopi. Tapi dugaan kami, ingin diolah secara alamiah karena sinar matahari dengan buatan pasti beda. Tapi titip pertanyaan ini kalau Travelers ada yang ke Malabar Mountain Coffee.
 |
| (Foto AWS) |
Lalu cara kedua adalah dengan mengupas daging buah kopi untuk diambil biji-nya. Ini "honey process" namanya. Jadi kalau lihat gambar sebelah atau gambar di atas, ada hamparan biji kopi berwarna gading, itu salah satu tahapan "honey process." Diambil dulu biji-nya dan sementara kalau lihat gambar ada buah kopi berwarna merah dan hitam, itu penjemuran dengan proses alamiah atau "natural."
Mana rasa yang paling top, untuk rasa kopi paling top, pengolahan secara natural dapat menghasilkan kopi dengan rasa yang top. Rasa buahnya kental dan rasa asam hampir tidak ada sama sekali. Travelers sudah dikasih tahukan; ini mungkin karena hanya buah sudah masak dan merah yang diambil dan diolah secara alamiah.
Kalau honey process, rasa lebih tebal dibandingkan dengan natural proses. Saya sendiri, kalau ingin rasa kopi lebih strong pilih biji kopi diolah dengan "honey process." Pas dan langsung nendang Travelers. Karena Malabar Mountain Coffee ingin mengedukasi peminum kopi, maka mereka akan menyiapkan tester untuk pengunjungnya. Yah seperti prior informed consent-lah. Sebelum membeli diberikan penjelasan, silahkan lihat dan cicipi. Setelah itu, tak ada paksaan mau membeli atau tidak.
 |
| Foto AWS |
Pak Yoga pemilik Malabar Mountain Coffee cerita,"lebih banyak peminum kopi yang punya pengetahuan tentang kopi, maka usaha kopi yang diolah secara benar akan mendapatkan pasar lebih baik." Periode ini, kami ingin fokus mengedukasi para peminum kopi.
Kami tidak lagi memiliki produk Kopi Luwak karena sengaja atau tidak, kita memaksa Luwak untuk terus memakan buah kopi padahal buah kopi bukan makanan utamanya. Kita juga mengurung Luwak untuk tujuan bisnis. Dan Travelers perlu tahu, rasanya juga tidak beda jauh dengan kopi yang diproses secara alamiah.
Pak Yoga mengatakan,"peluang pasar kopi yang dikelola secara lestari dan ramah dengan masyarakat sangat besar. Kita tidak dapat memenuhi pemintaan kopi setiap bulannya. Saat ini 6 ton per bulan yang kita bisa sediakan sementara permintaan telah mencapai 7 ton per bulan."
Kami bekerja sama dengan Petani Kopi di Pangalengan dan Ciwedei. Kami memberikan dukungan teknis dan juga pemasaran. Terpenting ikuti standard mengahasilkan kopi yang top. Lebih kecil dari volume biasanya tetapi harganya lebih tinggi dan lebih ramah terhadap keberlanjutan hasil kopi.
Dimana Pemerintah? Pemerintah dapat memberikan ijin pemanfaatan hutan atau tanah Negara untuk petani kopi. Petani dapat merehabilitasi dan sekaligus mendapatkan pendapatan. Toh kopi adalah tanaman hutan. Kuncinya adalah pasar dan keinginan dari para pengusaha yang tercerahkan. Ayo Pemerintah jangan malas dan jangan terlalu banyak alasan. Bantu, dukung dan alokasikan sumberdaya.
Tips
- Kalau berminat menjadi petani kopi atau membentuk kelompok tani kopi, kata Pak Yoga dia bersedia diundang untuk berbagi cerita dan pengalaman. Bisa gratis kalau pengundang memang "bokek" tapi punya prospek yang bagus.
- Terpenting adalah buat standard operating procedure, dari penyiapan lahan, bibit, penanaman, perawatan, panen, pengeringan dan pengelolaan menjadi kopi siap di panggang. Patuhi karena hanya dengan demikian kita menghasilkan produk yang kualitasnya stabil.
- Kalau ada bantuan Pemerintah, lihat sesuai atau tidak. Kalau tidak Travelers dapat menolak loh tapi dengan cara yang argumentatif yah, jangan marah-marah.
- Ayo jadi petani kopi, masalak kalah dengan Vietnam dan Brazil padahal potensi kita sangat besar.
Labels: Tips Liburan Kebun Kopi, Tips Traveling Pangalengan, Traveling Jawa Barat