Banteng Terakhir di Alam Liar-Taman Nasional Alas Purwo


Kawanan Banteng Jawa di Sadengan (Foto AWS)














R U Travelers? Travelers, apa yang ada dalam benak kita sebagai orang Indonesia ketika mendengar kata Banteng. Saya yakin ada dua. Ini umumnya loh. Yang pertama Banteng sebagai hewan liar suka menyeruduk dan sangat suka dengan seseorang yang berpakaian warna merah. Atau yang kedua, lambang satu partai politik besar di Indonesia, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Moncong Putih, begitu dia dikenal.

Tapi pernahkah Travelers tahu kalau Indonesia punya Banteng yang hidup liar di alam. Awalnya masih banyak. Saya diceritakan oleh Pak Sunaryo, yang telah puluhan tahun berkerja untuk usaha konservasi di Indonesia. Menurut Pak Sunaryo, sebelum tahun 2000 Banteng Jawa masih mudah ditemui di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa seperti Margasatwa Cikepuh-Cibanteng, Cagar Alam Bojong Larang-Jayanti dan di beberapa kawasan konservasi lainnya.  

Pejantan Banteng Jawa dari Belakang (Foto: AWS)
Sekarang ini, sudah sangat sulit ditemukan kecuali di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran dan paling banyak ditemukan di Taman Nasional Alas Purwo. Katanya, bisa dijumpai 100 lebih Banteng di habitatnya. Ayo, datang, liat dan tambah ilmu mengenai Banteng Jawa. Semakin banyak yang peduli membuat usaha Pemerintah dan semua pihak untuk meningkatkan populasi di alam-nya semakin bersemangat. 


Nggak ada yang mau kan kalau nasib Banteng Jawa sama dengan Harimau Jawa. Sekarang sudah dikatakan punah padahal tahun 1980 masih ditemukan jejak-nya. Sama juga dengan nasib Banteng Jawa. Dulu, Bateng Jawa masih banyak ditemukan di pantai selatan Jawa, tapi sekarang tidak ditemukan lagi di alamnya. Begitu-pun di Pulau Bali. Itu sebab-nya Banteng Jawa sekarang masuk kategori terancam punah. 


Selain Banteng, juga Merak Hidup di Alam Liar, (Foto: AWS)
Untuk pengetahuan kita Travelers, Banteng Jawa merupakan satu dari 5 spesies Banteng yang ada di dunia loh. Banteng Jawa sendiri terdiri dari tiga sub spesies: Bos Javanicus Javanicus atau Banteng Jawa yang ditemukan di sepanjang Pulau Jawa dan Bali. Tapi hanya bisa ditemukan di 4 lokasi saja di Pulau Jawa. Lalu Bos Javanicus Lowi atau Banteng Kalimantan. Ukurannya lebih kecil dan sulit sekali ditemukan di alam liar sekarang ini dan Bos javanicus Birmanicus yang terdapat di Indocina. 

Populasi Banteng Jawa jauh menurun bahkan terancam punah karena sering diburu secara ilegal, habitatnya dirusak bahkan dicaplok untuk kepentingan ekonomi lainnya, predator alami makin banyak dan makanan yang kurang di habitatnya. Kalau Travelers datang, menginap di tempat penduduk lalu mengajak penduduk menjelaskan arti penting Banteng. Ini akan menambah pendapatan penduduk dan membuat keinginan berburu Banteng jauh berkurang, bahkan mereka akan melindungi dan menjaga habitatnya. Dengan sering berkunjung membuat pengelola Taman Nasional serius menjaga populasi Banteng karena publik ikut mengawasi. 


Tips

Selubung Pohon. (Foto AWS)

   
      





Labels: , , , ,