 |
| Seperti Cahaya Lampu (Foto: Abdul W. Situmorang/AWS) |
Kawasan Taman
Nasional Laut Togean menyimpan begitu banyak tempat yang tidak hanya
indah tetapi juga langkah di dunia. Satu diantaranya adalah Stingless Jellyfish yang
berada di Danau Mariona Kepulauan Togean. Jellyfish ini hidup di satu danau yang cukup luas dan berair payau.
Proses alam
membuat dulunya Danau Mariona tersambung dengan laut menjadi terisolasi dan
membentuk satu danau yang airnya berwarna hijau bila dilihat dari permukaan. Di
sekelilingi danau ditumbuhi pepohonan mangrove, membuat warnah hijau menjadi
sangat dominan.
Karena
terisolasi Jellyfish yang hidup dan berkembangbiak di Danau Mariona
kehilangan kemampuan menyengat sehingga Travelers tidak perlu takut disengat.
Itu sebabnya sebagian besar Travelers yang berkunjung ke Danau Mariona
melakukan aktivitas snorkeling untuk melihat dari dekat Jellyfish atau Ubur-Ubur dalam Bahasa Indonesia.
 |
| Kunang-Kunang Air (Foto: Abdul W. Situmorang/AWS) |
Para
pelancong mancanegara biasanya memasukan melihat Jellyfish dan snorkeling di
Danau Mariona sebagai salah satu agenda selama berkunjung di kawasan TN Laut Togean. Siapa yang tidak ingin melihat biota yang sangat langkah di dunia?
Ada beberapa tempat di Indonesia dimana Travelers bisa menemukan Stingless Jellyfish, antara lain di Pulau Maratua Kepulauan Derawan, Raja Ampat dan Togean. Kalau di luar Indonesia, Travelers harus ke Palau di Kepulaun Pasifik untuk bisa melihat Jellyfish.
Jadi kenapa harus jauh-jauh untuk melihat Jellyfish. Berkunjunglah ke Togean dan datang ke Danau Mariona. Travelers pasti akan merasa sangat beruntung karena punya kesempatan melihat dan bermain dengan biota langka di dunia.
 |
| White Stingless Jellyfish (Foto: Abdul W. Situmorang) |
Sewaktu saya melihat Jellyfish, saya langsung terbayang dengan kunang-kunang yang biasa terlihat di hutan pada malam hari. Kerlap kerlipnya membentuk cahaya yang indah.
Begitupun dengan Jellyfish di Togean. Titik-titik kuning di bagian depan Jellyfish memancarkan cahaya. Titik-titik kuning terlihat makin cantik ketika diterpa cahaya matahari. Saya tertegun memandangi gerak lambat jellyfish yang berenang ke atas untuk mendapatkan sinar matahari. Sungguh luar biasa dan cantik sekali.
Pesona keindahan Jellyfish semakin susah dijelaskan dengan kata ketika menyaksikan white stingless jellyfish yang bermain-main di bawah permukaan air. Seperti gerakan seorang penari balet yang terkadang mengembangkan kakinya ke atas dan ke samping dan terkadang merapat ke bawah membentuk satu kerucut. Mereka mengikuti gerak air dan kuat lemahnya cahaya matahari.
 |
| Ciptaan Tuhan (Foto; Abdul W. SItumorang/AWS) |
Tips Bagi Travelers
Pertama, stingless jellyfish sangat sensitif dengan fin atau kaki katak dan lotion. Jadi keduanya dilarang dipergunakan ketika ingin bermain-main dengan Jellyfish
Kedua, meski Travelers ingin sekali memegang Jellyfish, usahakan jangan pegang agar tidak mencederai Jellyfish. Kita perlu bertanggungjawab menjaga biota yang dilindungi untuk pengunjung lainnya dan keberlanjutan biota itu sendiri.
Ketiga, belum ada kapal regular jadi Travelers harus menyewa kapal kecil bila tidak jauh dari tempat menginap Travelers di Kepulauan Togean. Saya sendiri mendorong Travelers menyewa dari Nelayan atau penduduk setempat agar manfaat jasa wisata bahari Togean dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
Keempat, biasanya Travelers yang berkunjung melihat Jellyfish juga bermain pasir putih yang lokasinya tidak jauh dari Danau Mariona.
AYO KE TOGEAN
Labels: Danau Mariona Togean, Jellyfish Togean, Togean, Ubur-Ubur di Togean