 |
| Kawanan Barakuda, Pulau Una-Una (Foto: Abdul W. Situmorang/AWS) |
R U Travelers? Akhirnya pesona tarian kawanan
Ikan Barakuda yang meliuk-liuk membentuk berbagai formasi saya jumpai juga.
Rasanya tak percaya, berkali-kali saya bertanya apakah itu kawanan Ikan
Barukada. Sungguh dalam kawanan yang cukup banyak. Rasa penasaran membuncah dan
ingin berada lebih dekat dan lebih dekat lagi dengan mereka.
Liuk kawanan
Ikan Barakuda membuat saya grogi beberapa saat. Beberapa kali pengambilan foto,
tidak menghasilkan objek yang cukup fokus. Khawatir kawanan Ikan Barakuda
menghilang dan hilanglah kesempatan untuk mengabadikan momen penting tersebut.
Kalaupun tidak mendapatkan foto yang bagus paling tidak saya tidak kehilangan
kenangan berbagai aktraksi formasi yang dibentuk oleh kawanan Ikan Barakuda.
Beberapa
menit saya mengamati kawanan tersebut berputar-putar diantara kita. Tidak ada
rasa takut kawanan tersebut akan menyerang. Saya merasa kemunculan kawanan Ikan
Barakuda seakan menyambut kami di Pulau Una-Una. Setelah puas memandang kawanan
tersebut menjauh dari kami, makin jauh dan kawanan tersebut kemudian tidak
terlihat lagi.
 |
| Barakuda Mengelilingi Diver (Foto: Abdul W. Situmorang/AWS) |
Setelah
menyelam beberapa saat, sayapun mendengar lokal dive guide yang kami minta
mendampingi membunyikan tabung dengan pointer. Teng,
teng, teng suara bunyi tabung yang dipukul terdengar. Sayapun mendekat ke suara
tersebut dan melihat dive guide kami menunjuk kawanan Ikan Barakuda yang berada
di depan.
Puluhan atau ratusan Kawanan Ikan Barakuda berada di hadapan kami kembali. Kali ini, rasa grogi-pun
udah hilang dan mampu mengendalikan takjub yang luar biasa. Tombol kamera-pun mulai ditekan untuk mengambil gambar berulang kali dengan
berbagai sudut. Lihat hasil sebentar untuk memastikan gambar yang diambil cukup
fokus. Puluhan fotopun diambil lagi. Rasanya momen langkah ini tidak ingin
disia-siakan meski sekejab.
Travelers,
tidak gampang mencari lokasi menyelam yang bisa menyaksikan kawanan Ikan
Barakuda sekarang ini di Indonesia. Sudah makin sulit. Karena Ikan Barakuda
bergerak dalam kawanan maka selalu menjadi incaran para penangkap ikan di laut.
Bila penangkap ikan bertemu dengan satu kawanan maka bisa dipastikan
tangkapannya menjadi banyak. Bila banyak maka banyak pula pendapatan yang bisa
dibawa pulang.
 |
| Berhadapan dengan Barakuda (Foto: Abdul W. Situmorang/AWS) |
Kalaupun
ada, kawanan Ikan Barakuda ini berada di lokasi-lokasi yang berarus kencang
sehingga sulit untuk penyelam yang belum mendapatkan sertifikat advanced open
water. Tapi di site Muka Sanctum Una-Una, arus bawahnya hampir tidak ada. Ini
membuat penyelaman menjadi sangat nyaman apalagi yang membawa kamera.
Kami-pun
bertanya kepada Hendri dive lokal yang menemani kami menyelam, mengapa kawanan
Ikan Barakuda tersebut selalu ada di lokasi penyelaman ini. Ketika kami turun
ke dua kali karena masih belum puas melihat dan mengambil foto, kami
menemukannya di wilayah yang sama. Kawanan ini bermain di kedalaman 20 s.d 15
meter.
Hendri
menjelaskan lokasi jelajah kawanan Barakuda dijaga dari aktivitas merusak
seperti bom ikan dan bius. Bila ada kapal merapat ke lokasi kawanan Barakuda
dan kapal tersebut tidak dikenal, kami langsung menghidupkan kapal dan
mendekati perahu tersebut.
 |
| (Foto: Abdul W. Situmorang/AWS) |
Kami perlu memastikan kapal yang mendekat bukan
kapal atau nelayan yang ingin melakukan kegiatan merusak. Bila nelayan ingin memancing
dipersilahkan, kami tidak melarang.
“Kami pernah
diancam dengan panah ikan ketika melarang orang melakukan pemboman ikan,” kata
Hendri. Takut juga dan kamipun mencoba menghindari benturan fisik. Optimal yang
kami bisa sampaikan, melakukan himbawan untuk tidak melakukan kegiatan
desktruktif.
Momok
terbesar konservasi Taman Nasional Laut Togean adalah aktivitas bom ikan dan
bius. Beragam modus dilakukan dan beragam alasan dikemukakan oleh para pelaku. Semua pemangku kepentingan kunci mulai dari Bupati, wakil Bupati, Kepala Desa, nelayan tradisional apalagi pelaku usaha menentang kegiatan merusak di laut.
 |
| Dari Resort Sanctum Pulau Una-Una (Foto; Abdul Wahib Situmorang/AWS) |
Tips Bagi Travelers
Pertama, bila ingin menyelam di lokasi
kawanan Ikan Barakuda, Travelers harus ke Pulau Una-Una. Bisa dari Ampana tapi
perlu berangkat pagi hari. Bisa juga dari sekitar Pulau Togean. Paling enak Travelers tinggal di Resort Sanctum. Tempatnya cukup nyaman dan sangat
tenang. Resort ini memiliki Dive Centre dan sangat mengenal lokasi penyelaman.
Kedua, travelers yang tidak bisa lepas
dengan signal telpon perlu siap-siap karena signal sangat sulit didapatkan.
Travelers ke sana memang untuk liburan bukan kerja. Bawa uang cash yang cukup
karena sebagian besar pembayaran dengan cash.
Ketiga, waktu menyelam yang bagus mulai
Bulan Maret s.d Oktober. Peak season biasanya mulai Bulan Juli s.d September.
Musim libur pelancong dari Eropa dan Amerika. Pada Bulan-bulan ini banyak
pelancong yang berasal dari Eropa ke Togean.
Labels: Barakuda, Dive di Sulawesi Tengah, Dive di Teluk Tomini, Dive di Togean, Dive di Una-Una