Siapapun Bisa Menjadi "Rock Climber" di Gunung Parang-Purwakarta


Berphoto Berlatar Tebing Gunung Parang
R U Travelers? Siapapun bisa menjadi "rock climber" bukan "PHP" atau pemberi harapan palsu loh. Tidak perlu juga jadi anak pecinta alam atau berlatih khusus di dinding panjat untuk menjadi "rock climber." Travelers hanya perlu tidak takut dengan ketinggian dan semangat berpetualang. Kok bisa?

Bisa! Karena "Skywalker" penyedia jasa panjat tebing di Gunung Parang membuat "jalan besi" atau lebih dikenal dengan Via Ferrata. Panjat Tebing dengan jalan besi dikenal sejak perang dunia pertama. Ketika perang usai, jalan besi atau Via Ferrata dipergunakan untuk kegiatan wisata minat khusus di Italia. Cukup terkenal. 

Tangga Besi dan Instruktur Skywalker
Tengah Persiapan Pemanjatan. Photo AWS
Kok bisa kami tahu ada via ferrata di Indonesia. Ceritanya, kami tengah berencana mendaki Gunung Kinabalu di Sabah Malaysia. Ada dua jalur turun dari puncak: satu jalur biasa dan kedua Via Ferrata. Turun dengan tangga besi di tebing cadas kawasan puncak Gunung Kinabalu. Ini dapat menjadi pengalaman tak terceritakan. Agar kenal lebih baik, apa itu Via Ferrata maka kami mencari tahu melalui google. Dan ketemulah "Skywalker." Awalnya tidak percaya. Tapi setelah cari tahu lebih jauh melalui google dan melihat photo-photo dan telponan, maka kamipun akhirnya percaya. "Kita baru buka, soft launching-nya baru dua minggu lalu. Mas dan Mbak masuk dalam 10 kelompok yang mencoba Via Ferrata." Baru sekarang punya kesempatan menuliskan cerita ini. 
Naik-naik ke Puncak Gunung.
Photo AWS
Pengelola Skywalker bilang, kami yang pertama di Indonesia. Salut dan bangga juga, Indonesia akhirnya punya Via Ferrata. Saya bukan pemanjat tebing tetapi kerap menjajal tebing di Sumatera Selatan. Makanya saya tahu bahwa kita punya potensi sangat besar mengembangkan wisata minat khusus panjat tebing dengan tangga besi atau via ferrata. Sumatera Selatan punya bukit serelo, tempat latihan panjat tebing kami waktu menjadi mahasiswa pencinta alam. Travelers mesti salut dengan pengelola Skywalker. Mereka anak-anak muda, tamat SMA dan mahasiswa tingkat awal. Punya kesamaan, suka naik tebing di Gunung Parang.

Lalu dengan modal seadanya, mereka merintis usaha minat khusus panjat tebing Via Ferrata. Berhari-hari dan berminggu-minggu, mereka membuat tangga besi agar Travelers bisa menjajali tebing cadas, Gunung Parang. Tak pantang menyerah. Mereka berkomunikasi dengan masyarakat dan pimpinan desa agar aktivitas wisata minat khusus dapat menguntungkan masyarakat seperti tempat makan, penyedian jasa parkir, guide lokal dan penginapan. 

Ujung Tangga Besi dengan
Pemandangan 
Sawah dan Waduk Jatiluhur.
Travelers, sebelum mulai memanjat tebing. Guide dari Skywalker akan memberikan briefing pengenalan alat, safety procedure, cara naik dan cara turun. Wajib mempergunakan helm. Travelers jangan lepas helm-nya meski tengah berada di bawah tebing. Jaga-jaga kalau ada batu jatuh dari atas sehingga kepala kita selalu dilindungi. Ada dua opsi turun: turun dengan tali atau rappelling dari ketinggian 150 m atau turun melalui tangga besi.     

Tips    

Pemasangan dan briefing alat

Labels: , , ,