Jelajah Pulau “Batu” Belitung Nan Indah

Batu, Pasir Putih dan Laut Pulau Lengkuas-Foto: Abdul Wahib Situmorang
R U Travelers? Decak kagum selalu keluar dari mulut kami ketika menjelajahi satu persatu tempat menarik di Pulau Belitung. Kali ini antara apa yang digambarkan dalam gencarnya promosi Pulau Belitung dengan fakta di lapangan terbukti sama.

Tak ada yang menyangkal kepopuleran Novel Laskar Pelangi dan sukses Novel Laskar Pelangi diangkat di layar lebar, membuat banyak orang mengenal Pulau Belitung. Karena begitu populernya, Pulau Belitung juga dijuluki Pulau-nya Laskar Pelangi.

Kami-pun tergerak menjelajah Pulau Belitung karena tersugesti oleh cerita Laskar Pelangi. Cerita batu-batu granit yang besar, pulau-pulau yang menawan dan pasir putihnya, membuat keinginan menjelajah Pulau Belitung makin tak terbendung. 

Pulau Lengkuas dari Snorkeling Spot-Foto: Abdul Wahib Situmorang 
Saya sendiri lebih mengenal Pulau Belitung pulau penghasil timah terbesar di Indonesia setelah Pulau Bangka. Sudah lebih dua abad dikeruk untuk diambil timahnya sejak Belanda menjajah Ibu Pertiwi. 

Tak heran kalau bekas lubang tambang berserakan di mana-mana. Makin menjadi ketika Pemerintah Kabupaten diberikan kewenangan memberi ijin tambang skala kecil. Masalah lingkungan hidup masalah besar pulau ini. 

Belum selesai dengan tambang, Pulau ini harus berhadapan dengan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Hutan dibersihkan diganti dengan kelapa sawit. Sidementasi menjadi masalah baru muara sungai-sungai di Belitung.

Kopi Kata-Kata. Foto: Abdul wahib Situmorang 
Kami mulai menjelajah Pulau Belitung dengan mengunjungi sekolah Laskar Pelangi. tepatnya Replika SD Muhammadiyah di Gantung. Jarak tempuh di 1-2 jam dari Kota Tanjung Pandan. 

Travelers harus berjalan 100 meter dari parkir mobil. Tempatnya berpasir karena itu sebaiknya pergunakan sandal agar lebih mudah membersihkannya nanti. Jangan membayangkan bagunan sekolah mewah. Sekolahnya lebih menyerupai gubuk. 

Setelah puas mengambil foto, melihat-lihat plus diskusi kemajuan pendidikan di Indonesia. Kita meneruskan penjelajahan ke museum kata yang dibangun oleh Andre Hirata, penulis Novel Laskar Pelangi.

Foto: Abdul wahib Situmorang
Museum ini bercerita tentang novel-novel yang Ia tulis dan proses kreatif dibalik penulisan novelnya. Cukup informatif. Travelers, coba kopi hitam belitung di warung Kopi Kuli di belakang Museum Kata. Lumayan Ok Travelers. 

Katanya belum ke Belitung kalau belum mengunjungi Pulau Lengkuas. Pulau ini memiliki satu menara mercusuar yang cukup besar dan tinggi. Dari atas menara, kita bisa memandang hamparan laut biru, pasir putih dan gugusan batu granit. Luar biasa indahnya. 

Menara mercusuar dibangun bertahap oleh Belanda sebagai lampu penerang bagi kapal yang masuk dan keluar Belitung. Legenda-pun diceritakan turun temurun tentang pengorbanan putri penanggungjawab pembuatan mercusuar, seorang Belanda, syarat  agar pembangunan bisa selesai. 

Penangkaran Penyu Laut yang dilindungi. Foto Abdul Wahib Situmorang 
Puas menikmati 360 derajat Pulau Lengkuas dari lantai paling atas Menara Mercusuar, Travelers bisa bermain pasir putih. Berenang di pantai juga banyak dilakukan pelancong. Penjual kelapa muda gampang ditemukan.

Dalam perjalanan dari Pulau Lengkuas ke Pulau Kepayang, Travelers bisa berhenti ke snorkeling spot. Ikan cukup banyak. Awak kapal kami membawa roti dan menaburkannya. Ikan-pun mendekat dan bermain-main dengan kami.  

Dari titik snorkeling kita bisa melihat Pulau Lengkuas secara utuh. Luar biasa indahnya. Titik snorkeling ini juga menjadi titik penyelaman. 

       
Travelers..lanjutkan penjelajahannya ke Pulau Kepayang. Pulau ini tempatnya penyu bertelur. Karena itu, dia dijaga. Bila bukan musimnya, Travelers masih bisa melihat penyu di penangkaran. Jadi bisa mengobati rasa penasaran.  

Bagi pengemar kayak atau diving, Pulau ini tempat yang pas. Dive resort tersedia disini. Tempatnya lumayan bagus Travelers. Kalau mencari ketenangan, pergilah ke Kepayang Dive Resort. Travelers tidak akan menyesal. 

Tips Bagi Travelers

Pertama, liburan ke Pulau Belitung bisa dilakukan kapan saja. Tidak ada musim tertentu. Kalau ingin ke Pulau Lengkuas dan Kepayang sebaiknya minta diatur oleh travel organizer. Setiap hotel punya rekanan masing-masing.

Kedua, Pulau Belitung dilayani oleh berbagai maskapai penerbangan termasuk Garuda. Jadi tak perlu khawatir kehabisan tiket. Travelers bisa merencanakan traveling ke Pulau Belitung kapan saja. 

Ketiga, cobaiin kulinernya terutama Mie Belitung dan sop ikannya.   
  

Labels: , , , ,