R U-Travelers? Kembali lagi menyelam di perairan Pulau Hoga, satu di antara perairan pulau-pulau besar dan kecil di gugusan Taman Nasional Wakatobi-Sulawesi Tenggara. Ada beberapa titik menyelam atau "dive spots" di perairan Pulau Hoga. Titik menyelam yang paling terkenal adalah Hoga Tunnel.
Hoga Tunnel menjadi begitu populer bagi para penyelam terutama bagi penggemar big fishes karena di titik ini para penyelam bisa menikmati kawanan Ikan Barakuda. Puluhan Barakuda dapat ditemukan. Tidak dalam jumlah besar seperti di Muka Sanctum Resort Dive Spot di Pulau Una-Una Togean.
Menjelang tutup tahun 2014, kami pernah melakukan penyelaman di Wakatobi dan satu di antaranya kami menyelam di Hoga Tunnel. Apalagi kalau tidak berburu kawanan Ikan Barakuda. Meski berarus, tidak menyurutkan kami untuk menyelam di sana. Masih aman kata pemandu menyelam kami.
Penyelaman kali ini ditemani oleh Dua Dive Master dari Taman Nasional Wakatobi yang kerap melakukan monitoring. Pertanyaan saya, apa kawanan Ikan barakuda masih bisa ditemukan? Mereka masih bisa ditemukan tetapi tidak bisa menjanjikan. Semoga kita beruntung.
Kapal kecil disiapkan, peralatan menyelam telah dipasang. Semua dimasukan ke dalam kapal kecil yang menyandar di pelabuhan kecil Hoga Dive Resort. Meski ukurannya tidak terlalu besar, resort ini paling besar di antara resort yang ada di Pulau Hoga.
Tidak sulit menemukannya karena ada titik lampu sebagai penanda jalur kapal yang melintasi perairan Pulau Hoga. Kita-pun turun karena khawatir cahaya matahari akan redup. Kita mulai menyelam jam 4.30. Angin dan gelombang relatif tidak ditemukan jadi waktu yang pas untuk melakukan penyelaman.
Jarak pandang cukup jelas meski partikel-partikel pasir naik ke permukaan. Pergantian arus mengangkat pasir atau karena baru saja selesai hujan sebelum kita turun. Hard dan Soft Corals menghiasi bentang bawah laut Hoga Tunnel. Warna-nya beragam.
Beragam jenis ikan dengan berbagai warna ditemukan sepanjang penyelaman. Kamera bawah laut saya mulai mengambil momen, karang dan biota laut yang berada di sepanjang penyelaman di Hoga Tunnel. Tak lama menyelam, kami melihat tali pancing, cukup panjang dihadapan kami.
Kami melihat ke atas untuk mencari tahu apakah ada pemancing. Ternyata tidak. Kakap merah berhasil memutuskan tali pancing dan menyerat lebih dari tali pancing jauh ke bawah. Penyelamatan dilakukan dengan melepaskan mata pancing dan melepaskan kembali ikan. Semoga Si-Ikan selamat.
Kita-pun sampai ke lokasi pasir putih, tempat biasanya Barakuda bermain-main. Cukup berarus tetapi tempat yang bagus buat Kawanan Ikan Barakuda. Titik ini berada di kedalaman 15 s.d 18 meter. Setelah melakukan eksplorasi, kita tidak menemukan kawanan Barakuda.
Kita menyelam lebih ke bawah lagi di kedalaman 20 Meter, jaga-jaga kalau mereka turun lebih jauh. Kawanan Barakuda tidak juga ditemukan. Kita berlahan-lahan naik ke atas siapa tahu kawanan Ikan Barakuda main-main di atas. Mereka tidak juga ditemukan.
Kita mencari kawanan ikan besar lainnya seperti Bum-Head atau Napoleon meraka tidak juga ditemukan. Kawanan ikan-ikan kecil masih ditemukan meski tidak banyak. Pertanyaanya apakah bukan musim atau populasinya makin berkurang karena makin banyak ditangkap.
Tapi yang pasti, kalau saya bandingkan dengan akhir 2014, masih banyak ditemukan kawanan ikan kecil dan besar meskipun kami tidak menemukan kawanan Ikan Barakuda. Kali ini kami tidak menemukan kawanan ikan-ikan tersebut.
Ini bisa jadi penanda tekanan terhadap kawasan titik selam Hoga Tunnel makin meningkat. Jika tidak ditangani, bioata-biota laut tersebut bisa hilang permanen dan tidak lagi menarik bagi para penyelam. Bagi nelayan tradisional, ini bisa membuat menangkap ikan lebih jauh lagi. Lebih jauh berarti perlu kapal lebih modern.
Tips Bagi "Travelers"
- Bila ingin ke menyelam ke Pulau Hoga bisa dari Pulau Wangi-Wangi dengan jarak tempuh 1 jam 15 menit. Kalau menginap di Pulau Hoga, hanya butuh kapal kecil untuk membawa ke titik turun.
- Penginapan dan dive resort mudah ditemukan di Pulau Hoga. Pantainya putih dan cukup bersih. Bagi yang suka tempat-tempat tenang dan bukan "mainstream" Pulau Hoga pilihan yang tepat.
- Homestay banyak tersedia dan resort kelas menengah bawah tersedia. Tergantung travelers.
- Foto-foto di atas di ambil di Hoga Tunnel pada tanggal 10 Oktober 2016.
Labels: Menyelam di Hoga; Pulau Hoga; Visit Wakatobi; Liburan di Wakatobi; Barakuda; Wonderful Indonesia; Hoga Dive Spots