RU
Travelers? Siapa yang tak ingin menjelajah, berjalan atau sekedar
berkunjung untuk melihat secara langsung Kota Roma, Ibu Kota dari Negara Italia
yang berada di Benua Eropa. Kota ini sangat unik, indah, bersejarah,
pusat agama katolik dan kiblat mode dunia.
Kota Roma meninggalkan banyak monumen dan cerita sejarah
peradaban manusia. Dari Kota ini, para kaisar romawi pernah membangun kekaisaran sampai ke jajirah arab.
Karena Kota Roma begitu abadi, Ia tak pernah sepi. Ia selalu
menjadi pusat perhatian dunia dari dulu hingga saat ini. Meski bukan yang pertama berkunjung ke Roma, tempat ini selalu menarik untuk dikunjungi. Kami ingin
berbagi cerita dan ingin memulainya dari Colosseum.
Colosseum.
Bagunan berbentuk oval amphitheater yang dapat menampung
50.000 s.d 80.000 pengunjung. Amphitheater terbuka dan bertingkat. Makin tinggi
dan jauh dari arena, tingkatan tersebut didedikasikan ke kelompok strata
masyarakat yang paling rendah.
Arena gladiator dibangun pada abad ke 70 M pada masa
Vespassian dan diselesaikan oleh Titus anak dari Vespassian. Sebagai arena gladiator,
ribuan orang merenggang nyawa karena diwajibkan bertarung sampai mati. Binatang buas seperti singa dan harimau-pun mati sia-sia.
Semua ditujukan untuk menghibur para bangsawan romawi dan
publik. Beberapa mengatakan gladiator cara penguasa mengalihkan amarah publik
ke penguasa melalui hiburan gladiator. Memang barbar tetapi itu mungkin satu
diantara sifat dasar manusia.
Metamorfosisnya cukup banyak. Tinju, tarung bebas dan adu
ayam bentuk lebih lunak dari gladiator. Memang Travelers tidak akan melihat
satu bagunan utuh seperti abad ke 70 masehi. Ada beberapa bagian yang tidak
bisa direstorasi. Tapi secara keseluruhan masih layak.
Kalau memiliki waktu cukup, berkeliling-lah terlebih dahulu.
Lalu masuk ke dalam arena gladiator untuk menelusuri lorong dan merasakan takut,
emosi, marah serta nafsu saling membunuh.
Untuk mencapai collesseum sangat mudah. Setiap moda
transportasi melayani rute collesseum. Kalau ingin mencari hotel juga banyak
mulai dari bintang lima sampai dengan kelas backpakers. Restoran juga mudah
ditemukan dan rasanya buat ingin kembali lagi.
Labels: Collosseum Roma, Roma