R U Travelers? Tertegun
melihat bayangan besar di bawah permukaan air. Dari atas kapal, saya menerka
bayangan itu pasti hiu paus. Tak lama, teriakan dari atas kapal mulai pecah.
Hiu Paus, Hiu Paus, Hiu Paus. Dua kata Hiu dan Paus diteriakan berulang-ulang
kali. Ikan besar yang bernama Hiu Paus-pun muncul ke permukaan.
Dekat sekali tapi kok tidak ada kesan takut yang menghinggapi
kami. Ketika Hiu Paus terlihat jelas, meliuk-liuk di bawah permukaan air,
kami-pun bergegas memasang alat selam. Tak sabar berdansa dengan fauna
kharismatik penghuni bawah laut Taman Nasional Teluk Cendrawasih.
Clear, satu, dua, tiga kami-pun back roll dari kapal yang
merapat di satu bagan ikan cukup besar di kawasan Taman Nasional Teluk
Cendrwasih. Berlahan kami turun ke dalam laut. Dalam briefing yang kami terima,
kami diminta menyelam paling dalam 10-12 meter. Hiu Paus akan naik ke permukaan
karena mencari makan di sekitar bagan apung.
Di dalam laut, Hiu Paus bintik putih terlihat jelas sekali
apalagi jarak pandang sangat jelas. Dua Paus Hiu berputar-putar di sekitar
kami. Sungguh menakjubkan sekali. Dari birunya laut, dua Hiu Paus lagi muncul
mengarah ke bagan apung. Wow..empat hiu paus ukuran lebih dari 6-7 meter ada di
depan kami. Tak lama satu Hiu Paus lagi muncul. Ini sungguh spektakuler.
Hiu Paus ini sungguh hewan yang sangat bersahabat. Tidak ada
tanda-tanda agresifitas yang ditunjukan kepada kami. Makan masih cukup tersedia
untuk mengisi perut Hiu Paus yang volumenya cukup besar. Ini sangat dipengaruhi
oleh ekosistem kawasan perairan laut Teluk Cendrawasih yang masih bagus dan
terlindungi.
Tutupan hutan masih cukup rapat. Ketika berada di tengah
teluk, gugusan bukit di selimuti kabut putih memberi kesan magis. Sendimentasi
kecil, sumber nutrisi melimpah, perburuan Hiu Paus relatif tidak ada membuat
kawanan Hiu Paus nyaman hidup di Perairan Teluk Cendrawasih.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh TN Teluk
Cendrawasih dan para mitranya seperti lembaga Conservation International, ada
124 Hiu Paus yang berada di TN Teluk Cendrawasih. Hampir semua laki-laki, hanya
ada 3 berjenis kelamin perempuan. Dan menjadi 4 ekor, pertama kali muncul
ketika kami melakukan penyelaman.
Ada beberapa misteri yang masih belum dipecahkan. Misalnya,
mengapa dari 124 Hiu Paus yang dideteksi tidak ditemukan anakan Hiu Puas.
Apakah Teluk Cendrawasih bukan tempat pemijahan Hiu Paus dan lalu dimana
mereka beranak pinak? Mengapa komposisi Hiu Paus yang ditemukan di Teluk
Cendrawasih sebagian besar laki-laki dan hanya kecil sekali yang berjenis
kelamin perempuan?
Jelas sekali kalau tempat hidup Hiu Paus di jaga, hidup berdampingan maka binatang kharismatik akan bisa terus dijumpai. Ini warisan dunia yang perlu dijaga dan pada saaat bersamaan bisa menghasilkan manfaat bagi masyarakat melalui wisata melihat Hiu Paus atau memberi makan Hius Paus di alamnya.
Perjalanan kali ini adalah perjalanan memahami permasalahan dan potensi penguatan Taman Nasional Teluk Cendrawasih melalui pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Bagaimana jasa ekosistem TN Teluk Cendrawasih bisa bermanfaaat dan manfaatnya kembali lagi untuk penguatan Taman Nasional, Pemerintah Daerah dan Masyarakat.
Tim terdiri dari Direktorat Jenderal Kawasan Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK, TN Teluk Cendrawasih, UNDP Indonesia dan CII. Perjalanan dilakukan pada bulan November 2016.
Menuju ke lokasi Hiu Paus, bila travelers dari Jakarta. Pesawat dari Jakarta ke Nabire tersedia setiap hari. Bila naik Garuda, Travelers akan terbang tengah malam dan tiba di Nabire jam 3 sore. dari Nabire ke lokasi Hiu Paus memakan waktu 3-4 jam, tergantung kapal yang ditumpangi.
Labels: Hiu paus, Nabire, Papua, Teluk Cendrawasih